Mengenal Proses Bisnis dan Tahapannya

Sebelum memulai suatu bisnis biasanya seorang pengusaha akan melakukan proses bisnis. Proses bisnis ini merupakan hal yang harus dilakukan karena akan berpengaruh terhadap tujuan dan masa denpan bisnisnya. Lantas, apa saja fungsi proses bisnis dalam perusahaan? Yuk simak ulasannya dibawah ini.

Proses Bisnis di Perusahaan

Perusahaan biasanya akan melakukan kegiatan tertentu untuk mempertahankan usahanya. Setiap kegiatan yang dapat dan sudah berlangsung akan saling berkenaan membentuk sistem dan alur.

Perusahaan menghendaki fungsi tertentu dari kegiatan yang dilakukan. Kegiatan tersebut adalah proses bisnis. Proses bisnis dilakukan dengan tujuan, penggunaan sumber daya, serta langkah yang jelas. Hal ini dapat membantu perusahaan menaikkan produktivitas.

Hal ini tidak akan berlangsung lancar. Sebab, keadaan pasar dan ekonomi masih naik turun. Perusahaan perlu melakukan cara strategis sehingga mampu memberi dampak besar. Untuk membantu memahaminya, kali ini kami akan membahasnya di dalam artikel berikut. Simak dengan baik, ya!

 

Apa Itu Proses Bisnis?

Proses bisnis adalah serangkaian strategi yang perusahaan lakukan di dalam rangka menggapai target perusahaan. Biasanya, proses bisnis terjalin dengan barang atau jasa yang dihasilkan yang mampu berlangsung tetap menerus untuk meyakinkan target bisnis tercapai.

Selain itu, setiap tugas atau peran di dalamnya mempunyai model berbeda. Tetapi, tetap berada di target akhir yang sama. Dari sana bisa kita simpulkan bahwa sistem bisnis bertujuan untuk menggapai target perusahaan sesuai dan menyesuaikan kebutuhan pasar.

Jenis-jenis Proses Bisnis

Ada beberapa jenis sistem bisnis yang berlangsung. Berikut adalah jenis-jenis yang kebanyakan perusahaan lakukan:

1. Utama (Primer)

Jenis pertama ini merupakan kegiatan inti yang perusahaan lakukan, yaitu produksi, distribusi, dan sarana pelanggan. Tiga sistem tersebut dapat menaikkan nilai perusahaan serta memperlancar aliran produk ke pelanggan. Dengan kata lain, operasional perusahaan berlangsung sesuai tujuan.

 

2. Dukungan (Sekunder)

Proses pemberian ini tidak menyertakan nilai secara langsung ke produk akhir. Tetapi, menopang sistem primer sehingga semakin efisien dan efektif. Meski berupa pelengkap, pemberian mempunyai andil penting sehingga perusahaan tetap berjalan. Proses ini melayani orang-orang di dalam perusahaan.

 

3. Manajemen

Untuk yang terakhir adalah manajemen. Proses ini termasuk pengawasan, pemantauan, serta perencanaan. Proses manajemen menyesuaikan semua proses, operasional, pengelolaan, dan pengarahan sistem primer sehingga efisien. Adapun sistem pengelolaan bisnis termasuk rancangan praktis, strategis, serta operasional.

 

Fungsi Proses Bisnis

Berikut adalah beberapa fungsinya di dalam bisnis yang patut Anda ketahui:

  • Memberikan solusi kepada manajer berkenaan problem yang timbul di perusahaan. Dengan begitu, mereka mampu mencari jalan keluar paling efisien untuk kepentingan bisnis di masa depan.
  • Menjadi indikator untuk pelanggan kapan sebuah sistem dapat diawali dan berakhir secara pasti, layaknya peluncuran produk baru, distribusi produk, dan sebagainya.
  • Memberi info kepada semua tenaga kerja untuk mengerti peran dan tugasnya masing-masing. Dengan begitu, mereka mampu membantu sistem produksi dengan lancar sesuai job desk masing-masing.

 

Manfaat Proses Binsis untuk Perusahaan

Jika menggerakkan proses bisnis dengan benar, perusahaan dapat meraih manfaat sebagai berikut:

  • Mengalami pengurangan pengeluaran dan risiko berkat rancangan yang matang. Mereka mempunyai cara memecahkan masalah yang efisien sehingga setiap pekerjaan dilakukan dengan modal minimal.
  • Mengurangi kekeliruan manusia berkat pendistribusian tugas berdasarkan keahlian.
  • Meningkatkan efisiensi perusahaan sebab setiap aspek dimanajemen dengan tepat.
  • Fokus kepada pelanggan sebab memberi tambahan platform yang layak untuk memberi umpan balik.
  • Memperbaiki kesenjangan komunikasi pada pelanggan dengan perusahaan.
  • Perbaikan manajemen tepat karena strtegi dan diagram urutan yang matang.
  • Adaptasi teknologi baru.
  • Panduan untuk menggerakkan bisnis di masa depan.
  • Meningkatkan nilai kompetitif sehingga perusahaan lebih responsif pada perubahan.
    Meningkatkan insting perusahaan di dalam memandang kesempatan bisnis baru dan mengidentifikasi pergerakan kompetitor.
  • Memudahkan evaluasi.
  • Melihat kesempatan dan ancaman sehingga produk tetap relevan dengan zaman.

 

Tahapan Proses Binsis

Ada beberapa tahapan yang perlu entrepreneur lewati sehingga proses ini berlangsung maksimal, antara lain:

1. Analisis Kegiatan Bisnis

Tahapan yang pertama adalah analisis kegiatan bisnis. Pada bagian ini, pemilik dan manajemen dapat memilih model bisnis yang akan dijalankan. Proses paling awal ini akan membantu memilih tindakan seterusnya untuk kepentingan bisnis.

 

2. Penentuan

Setelah kesepakatan berkenaan analisis kegiatan bisnis tercapai, proses bisnis sesudah itu adalah penentuan. Di bagian ini, pemilik dan manajemen dapat memilih kegiatan yang dapat ditunaikan di dalam bisnis.

Tahap pemilihan dapat merinci pengeluaran, keuntungan, dan target masa depan. Penentuan berdasarkan pada hasil analisis.

 

3. Pelaksanaan

Setelah berhasil memilih kegiatan, sistem bisnis yang perlu entrepreneur melakukan adalah pelaksanaan. Di bagian ini, mereka dapat menggerakkan bisnis sesuai rencana. Perusahaan dapat mengadopsi aplikasi ERP untuk mengoptimalkan kinerja divisi.

 

4. Evaluasi

Proses bisnis yang terakhir adalah evaluasi. Di bagian ini, pemilik dan manajemen perusahaan melakukan penilaian pada strategi perusahaan serta kinerja karyawan. Di bagian terakhir ini, perusahaan mengidentifikasi kontribusi karyawan pada perusahaan. Jika kurang, mereka akan melakukan perbaikan yang dianggap perlu.

 

Aspek Utama Proses Bisnis

Berikut adalah beberapa aspek utama di dalam sistem bisnis:

1. Interlocking Activities

Setiap proses bisnis akan saling terhubung melalui urutan kerja bahwa tiap divisi saling bergantung sehingga mampu berfungsi dengan baik.

 

2. Across the Organization

Di atas kertas, arus info di perusahaan berlangsung vertikal. Padahal, di lapangan, urutan berlangsung di semua perusahaan. Sering kali, berlangsung komunikasi horizontal antar divisi setara untuk menyediakan barang atau jasa pelanggan butuhkan.

 

3. Predetermined Organization Goal

Selanjutnya adalah membuat target perusahaan tercapai. Dengan melakukannya secara spesifik, perusahaan mampu menggapai tujuannya dengan jalan yang terarah.

 

4. Customer Needs

Pada bagian ini kebanyakan target perusahaan dapat menyesuaikan dengan produk atau kebutuhan pelanggan.

 

Contoh Proses Bisnis

Agar lebih mengerti berkenaan proses ini, berikut adalah contohnya pada beberapa jenis:

1. Manufaktur

Umumnya yang berlangsung di dalam perusahaan manufaktur yakni:

Tujuan: memproduksi bahan mentah jadi barang jadi

Peserta: staf pabrik, staf marketing

Input: repeat order, pemberitahuan pembuatan, bahan baku

Output: barang jadi

 

2. Bisnis Online

Yang berlangsung di dalam bisnis online antara lain:

Tujuan: menjajakan barang ke pelanggan dan mendapat keuntungan dari sana

Peserta: staf penjualan, pelanggan, staf penagihan, gudang

Input: pesanan penjualan

Ouput: dokumen pembelian