Jangan Lakukan Tabrak Lari Jika Tidak Ingin Hal Ini Terjadi

Jangan Lakukan Tabrak Lari Jika Tidak Ingin Hal Ini Terjadi – Sopir harus memberinya kontribusi ongkos penyembuhan untuk korban cidera. Dan kontribusi ongkos penyembuhan dan/atau ongkos penyemayaman untuk korban wafat seperti ditata Pasal 235 UU LLAJ. Sayang kewajiban untuk memberinya kontribusi ongkos ini tidak dibarengi karena ada ancaman hukum yang memaksakan. Pemberian kontribusi ongkos ini tidak hapus tuntutan pidana ke sopir itu.

Di lain sisi, tiap sopir yang turut serta kecelakaan jalan raya mempunyai tanggung jawab diantaranya harus (Pasal 231 ayat [1] UU LLAJ):

  1. hentikan Kendaraan yang dikemudikannya;
  2. memberinya bantuan ke korban;
  3. memberikan laporan kecelakaan ke Kepolisian Negara Republik Indonesia paling dekat; dan
  4. memberinya info yang berkaitan dengan peristiwa kecelakaan

Jangan Lakukan Tabrak Lari Jika Tidak Ingin Hal Ini Terjadi

Jika sopir pada kondisi memaksakan hingga tidak bisa melakukan kewajiban hentikan kendaraan dan memberikan bantuan, minimal harus selekasnya memberikan laporan diri ke Kepolisian paling dekat (Pasal 231 ayat [2] UU LLAJ).

Berkaitan dengan tanggung jawab sopir yang mengakibatkan kecelakaan jalan raya, dalam masyarakat, dikenali istilah “tubruk lari” yakni menyetir kendaraan dan turut serta kecelakaan, tapi tidak hentikan kendaraan dan tidak memberinya bantuan ke korban. Untuk sopir yang mengakibatkan tubruk lari ini selainnya dikenai Pasal 310 UU LLAJ, dapat dikenai Pasal 312 UU LLAJ:

Tiap orang yang menyetir Kendaraan Bermotor yang turut serta Kecelakaan Lalu Lintasi dan dengan menyengaja tidak hentikan kendaraannya. Tidak memberinya bantuan, atau mungkin tidak memberikan laporan Kecelakaan Lalu Lintasi ke Kepolisian Negara Republik Indonesia. Paling dekat seperti diartikan dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa argumen yang pantas dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda terbanyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh 5 juta rupiah).

Rupanya ancaman untuk sopir tubruk lari tidak kalah beratnya dengan ancaman untuk kecelakaan jalan raya tersebut. Meskipun kewajiban untuk memberikan kontribusi ongkos ditata dalam UU LLAJ, tapi hal itu tidak dibarengi dengan teror ancaman bila tidak dilaksanakan. Namun, hakim bisa jadi memutuskan tersangka untuk memberikan kontribusi ongkos ke korban seperti pada Keputusan MA No. 1212 K/Pid/2011. Jika Anda saat ini memerlukan pengacara di bali bisa langsung kunjungi website pengacaradibali.com