Klasifikasi dan Jenis Rumah Sakit di Lampung

Rumah Sakit Lampung atau rumah sakit yang berada di kota lampung diklasifikasikan menggunakan kriteria berikut:

Klasifikasi Kepemilikan Rumah Sakit

Rumah sakit yang dikelola langsung oleh Kementerian Kesehatan, rumah sakit pemerintah daerah, rumah sakit militer, rumah sakit milik negara, dan rumah sakit swasta yang dikelola oleh masyarakat merupakan contoh rumah sakit pemerintah.

Klasifikasi rumah sakit berdasarkan jenis pelayanan

Rumah sakit diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan jenis layanan yang diberikan: rumah sakit umum, yang melayani pasien dengan berbagai macam penyakit, dan rumah sakit khusus, yang melayani pasien dengan kondisi medis tertentu, baik bedah maupun non-bedah. Pertimbangkan sebuah kanker atau rumah sakit bersalin, misalnya.

Klasifikasi rumah sakit berdasarkan lama rawat inap

Rumah sakit dibagi menjadi dua jenis: rumah sakit perawatan jangka pendek, yang merawat pasien kurang dari 30 hari, dan rumah sakit perawatan jangka panjang, yang merawat pasien rata-rata selama 30 hari atau lebih.

Klasifikasi rumah sakit berdasarkan kapasitas tempat tidur

Rumah sakit secara umum diklasifikasikan berdasarkan kapasitas tempat tidur sebagai berikut: di bawah 50 tempat tidur, 50-99 tempat tidur, 100-199 tempat tidur, 200-299 tempat tidur, 300-399 tempat tidur, 400-499 tempat tidur, dan 500 tempat tidur.

Klasifikasi rumah sakit berdasarkan afiliasi pendidikan

Berdasarkan afiliasi pendidikan, ada dua jenis rumah sakit: rumah sakit pendidikan yang menyelenggarakan program pelatihan untuk berbagai profesi dan rumah sakit non-pendidikan yang tidak memiliki hubungan kerjasama dengan universitas.

Klasifikasi rumah sakit berdasarkan status akreditasi

Berdasarkan status akreditasinya, rumah sakit dibedakan menjadi rumah sakit yang sudah terakreditasi dan yang belum. Rumah sakit terakreditasi adalah rumah sakit yang secara formal diakui oleh lembaga sertifikasi telah memenuhi persyaratan untuk kegiatan tertentu.

Klasifikasi Rumah Sakit Berdasarkan Kepemilikan dan Operasi

Rumah sakit diklasifikasikan berdasarkan siapa pemiliknya dan bagaimana mereka dijalankan:

 

Menjadi:

  1. Rumah Sakit Umum

Rumah sakit pemerintah dimiliki dan dioperasikan oleh Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah, ABRI, dan departemen lain, termasuk BUMN.

  1. Rumah Sakit Swasta adalah unit pelaksana teknis yang memberikan kontribusi nyata dalam upaya peningkatan, pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, dan penyuluhan kesehatan masyarakat. Sektor swasta, yang telah disahkan sebagai badan hukum sosial lain, memiliki dan mengoperasikan rumah sakit swasta. Pemilik bertanggung jawab atas mekanisme operasi, dan struktur organisasinya mirip dengan rumah sakit umum.

Klasifikasi Rumah Sakit Umum Berbasis Pelayanan

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 986/Menkes/Per/11/1992 (Azwar, 1996), pelayanan rumah sakit umum dari Departemen Kesehatan dan Pemerintah Daerah diklasifikasikan ke dalam kelas/tipe A, B , C, D, dan E:

  1. Rumah Sakit Umum Kelas A

Rumah sakit kelas adalah rumah sakit yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai rumah sakit rujukan primer, disebut juga rumah sakit pusat, dan dapat menyelenggarakan berbagai pelayanan medis spesialis dan subspesialis.

  1. Rumah Sakit Umum Kelas B

Rumah sakit kelas B dapat menyediakan berbagai layanan medis spesialis serta layanan medis subspesialisasi yang terbatas. Untuk mengakomodir pelayanan rujukan dari rumah sakit kabupaten, akan didirikan rumah sakit Tipe B (rumah sakit provinsi) di setiap ibu kota provinsi. Rumah sakit pendidikan tipe B adalah rumah sakit yang bukan tipe A.

  1. Rumah Sakit Umum Kelas C

Rumah sakit kelas C hanya dapat menyediakan layanan medis subspesialisasi yang terbatas. Empat jenis pelayanan spesialis yang diberikan adalah pelayanan penyakit dalam, pelayanan bedah, pelayanan kesehatan anak, dan pelayanan kebidanan dan kandungan. Setiap kabupaten/kota akan memiliki rumah sakit tipe C (rumah sakit kabupaten) untuk menampung layanan rujukan dari puskesmas.

  1. Rumah Sakit Umum Kelas D

Karena akan ditingkatkan menjadi fasilitas kelas C, rumah sakit ini tergolong fasilitas peralihan. Rumah sakit tipe D saat ini hanya dapat menyediakan layanan medis umum dan gigi. Rumah sakit tipe D, seperti rumah sakit tipe C, menawarkan layanan puskesmas.

  1. Rumah Sakit Umum, Kelas E

Rumah sakit ini merupakan salah satu rumah sakit yang hanya menyediakan satu jenis pelayanan medis. Saat ini pemerintah telah mendirikan berbagai jenis E, antara lain rumah sakit jiwa, rumah sakit kusta, rumah sakit paru, rumah sakit jantung, dan rumah sakit ibu dan anak.