3 Syarat Tumbuh Tanaman Porang

Bagi Anda yang ingin memulai budidaya tanaman porang, maka Anda sebaiknya perlu mengetahui apa saja yang menjadi syarat tumbuh tanaman porang. Yuk simak informasi lengkapnya pada artikel berikut!

Baca Juga : Cara Membudidayakan Tanaman Porang dengan Bibit Cabutan

Syarat Tumbuh Tanaman Porang

Porang atau dengan nama latin Amorphophallus muelleri merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang memiliki nilai jual yang tinggi di pasar ekspor. Tanaman yang satu ini biasa tumbuh di lahan hutan dengan naungan pohon-pohon besar seperti jati, sono, dan mahoni. Meskipun begitu, tanaman porang juga memiliki pola pertumbuhan tertentu untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungannya.

Pola pertumbuhan tanaman porang ini mengikuti kondisi cuaca yang ada pada kawasan tersebut. Tanaman porang biasanya akan aktif tumbuh tunas selama 18 minggu yang dimulai pada musim penghujan atau sekitar bulan November.

Sementara saat musim kemarau atau sekitar bulan Maret, tanaman porang biasanya mencapai fase dormansi atau fase istirahat. Pada fase ini tanaman porang akan mulai mengering dan menggugurkan katak atau bubilnya setelah 8 minggu atau sekitar bulan Mei.

Tanaman porang termasuk ke dalam salah satu jenis tanaman yang dapat tubuh dengan baik pada jenis tanah apa pun. Namun, jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman porang yaitu tanah yang gembur dan subur.
Selain memperhatikan jenis tanahnya, Anda juga perlu memperhatikan syarat pertumbuhan tanaman porang lainnya seperti kondisi iklim, lingkungan, dan tanah. Hal ini bertujuan agar usaha budidaya tanaman porang dapat berhasil dengan maksimal. Berikut ini beberapa syarat tumbuh tanaman porang yang perlu Anda ketahui:

1. Kondisi Iklim

Tanaman porang memiliki toleransi yang sangat tinggi pada naungan atau tempat teduh. Diketahui bahwa tanaman porang hanya membutuhkan intensitas cahaya matahari yang rendah atau kurang dari 40%.

Tanaman porang cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 0 – 700 meter di atas permukaan laut. Meskipun begitu, di daerah dengan ketinggian 100 – 600 meter di atas permukaan laut, tanaman porang bisa tumbuh dengan lebih baik. Jika tanaman porang dibudidayakan di daerah yang lebih tinggi atau lebih dari 700 meter di atas permukaan laut dengan suhu yang dingin, maka masa aktif tanaman porang akan bertahan kurang lebih 4 bulan.

2. Kondisi Tanah

Dalam pertumbuhannya, tanaman porang membutuhkan kondisi tanah dan agroklimat yang memiliki tingkat kelembaban yang cukup tinggi. Dalam hal ini, pemilihan tanah dan pupuk organik (kompos/pupuk kandang) pada media tanam ternyata mampu meningkatkan porositas tanah dan meningkatkan kelembaban tanah.
Tingkat kelembaban tanah yang tinggi umumnya diperlukan semua tanaman yang berasal dari kultur jaringan. Hal ini dikarenakan lapisan kutikula pada daun masih tipis, stomata belum berfungsi normal, dan hubungan antara pembuluh batang dan akar tidak sempurna.
Agar tanaman porang bisa menghasilkan umbi yang berkualitas baik, maka tanaman porang harus di tanam pada tanah yang gembur, subur dan tidak tergenang air terutama saat musim penghujan. Derajat keasaman tanah yang cocok untuk tanaman porang tumbuh yaitu diantara pH 6-7.
Tanah dengan derajat keasaman pH 7 biasanya dapat ditemukan di daerah hutan jati ataupun pegunungan kapur. Tanaman porang yang ditanam di daerah tersebut diyakini bisa menghasilkan umbi dengan berat keringnya lebih tinggi dibandingkan umbi porang yang ditanam pada tanah yang memiliki pH dibawah 6.

3. Kondisi Lingkungan | Syarat Tumbuh Tanaman Porang

Kondisi lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman porang yaitu lahan yang dinaungi oleh pepohonan besar. Hal ini bertujuan agar intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman porang lebih rendah. Selain itu, tujuan pemilihan lahan tanam yang ditumbuhi naungan ini yaitu untuk membuat suhu tanah porang lebih rendah serta memiliki ingkat kelembaban lebih tinggi daripada lingkungan sekitarnya.
Ada beberapa pohon yang cocok untuk dijadikan naungan bagi tanaman porang, yaitu jenis pohon jati, sonokeling, mahoni, dan lain sebagainya. Tingkat kerapatan naungan yang ideal yaitu lebih dari 40%, semakin rapat naungannya, maka akan semakin baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman porang.
Jika beberapa syarat tumbuh tanaman porang ini terpenuhi dengan baik, maka tingkat produksi dan kualitas umbi porang yang dihasilkan pun bisa meningkat secara signifikan. Kunjungi website kami untuk mendapatkan informasi dan artikel menarik lainnya.