Pengertian Surat Tanah

Jika kalian ingin membeli tanah yang terdapat beberapa hal penting yang harus kalian diketahui, salah satu adalah Surat Perjanjian Jual Beli Tanah. Surat ini merupakan salah satu dokumen wajib yang dilengkapi, supaya dapat menjamin keadaan saat transaksi jual beli tanah. Berikut Pengertian Surat Perjanjian Jual Beli Tanah dari sinan-arsitek.com.

Daftar Isi :
Pengertian Surat Perjanjian Jual Beli Tanah
Fungsi Surat Perjanjian Jual Beli Tanah
Hal yang Harus Ada di Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Pengertian Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Surat perjanjian jual beli adalah sebuah dokumen kesepakatan antara penjual dan pembeli yang di dalamnya terdapat masing – masing pihak dalam proses transaksi penjualan dan pembelian aset, dokumen ini sangat penting dan dianggap memiliki kekuatan hukum yang dimana sama – sama menguntungkan bagi kedua belah pihak. Manfaatkan surat perjanjian jual beli aset ini bukan hanya bisa menghindari penipuan, surat perjanjiian ini dapat mengantisipasi jika salah satu pihak melakukan wanprestasi atau ingkar janji.

Fungsi Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Surat perjanjian jual beli tanah penting untuk menjamin keamanan transaksi, kebanyakan surat perjanjian ini dianggap tidak penting. Dengan pentingnya surat perjanjian jual beli aset / tanah bisa merujuk Undang – undang Perdata KUH pasal 1457, bahkan dapat dikatakan contoh surat beli tanag dibuat untuk menjamin secara nyata dan tertulis dan surat perjanjian ini hanya untuk melindungi si pembeli dengan penjual. Jadi Perjanjian jual beli tabag ini bisa dijakian transaksi bukti transaksi yang nyata.

Hal yang Harus Ada di Surat Perjanjian Jual Beli Tanah

Dalam membuat surat Surat jual beli tanah, ada beberapa nilai penting yang harus ada. Mulai dari debit air tanah yang dijual hingga identitas pembeli dan penjual, berikut identitas lengkap pembeli dan penjual.
A. Urian tanah yang dijual atau dibeli yang terdiri dari :
1. Lokasi Tanah dalam Bentuk Alamat
2. Luas tanah dalam bentuk meter persegi
3. Batas tanah (Dilihat Empat Arah Penjuru Angin)
4. Status kepemilikan
5. Nomor Surat Tanah
6. Harga tanah sesuai dengan kesepakatan

b. Pemasangan Jaminan yang Tertulis dan Identitas Saksi
c. Cara Menentukan Batas Waktu Pembayaran
d. Kesepakatan penyelesaian masalah jika terjadi ketidak setujuan