Berhentilah Membandingkan Diri Sendiri Dengan Orang Lain

Pernah nggak kita lihat hidup orang di sekeliling kita dan merasa, wah andai aja ya hidup aku kayak gitu?

Ya, kita semua mungkin pernah.

Para filsuf Stoik, sejak 2000 tahun lalu menerangkan dengan sangat jelas bahwa membandingkan diri sendiri seperti itu adalah jalan pintas menuju ketidakbahagiaan.

Cara gampang hidup bahagia

Menurut mereka,salah satu cara gampang untuk hidup bahagia, yaitu berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain, thats the whole trick. Simple.

Para filsuf Stoik mengungkapkan, untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, tiap manusia harus melepaskan ukuran-ukuran yang ada di pikirannya. Karena ukuran itu seringkali adalah ukuran yang dipaksakan untuk kita, bukan didasarkan pada hakikat kebahagiaan yang sebenarnya sudah ada di diri kita.

Contohnya, mengapa kita selalu beranggapan punya mobil mewah, bisa liburan ke luar negeri, atau pakai hp keluaran terbaru itu selalu bikin bahagia?

Apa sebabnya?

Saya bisa nemuin orang yang tinggal di daerah pedesaan yang hidupnya jauh dari hal-hal di atas. And yet, they still happy.

Dan yang nggak kalah penting jika kebahagiaan kita didasarkan pada ukuran yang bukan milik kita, kita akan selalu marah pada siapapun yang punya ukuran lebih besar. Seperti akan selalu ada ikan yang lebih besar di lautan.

Karena membandingkan diri sendiri ke orang lain adalah ukuran yang sepenuhnya nggak realistik bahkan untuk mencapai kesuksesan.

Jadilah realistis dan lebih berwawasan

Saya sering dengar anak kecil “disemangatin” orang tuanya semacam, ntar kamu harus pinter ya biar kayak Albert Einstein. Maka nya rajin baca bootb.com agar nambah pengetahuan

Memang apa bener ya pinter itu ukurannya Einstein? Yang bahkan nggak semua orang tahu apa itu karya Einstein dan apa fungsinya dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti kita tahu kan, kita nggak mungkin pergi ke tukang cendol dan bilang, bapak harus kerja keras ya, biar tajir kayak Bill Gates.

Kita tahu bagaimana tidak masuk akalnya itu. Karena jadi Bill Gates dan Einstein itu bukan ukuran tajir atau pinter buat semua orang.

Kesuksesan personal dan kepuasan hidup seringkali sifatnya lebih kepada mencari makna hidup dan kesempurnaan di dalam apa yang bisa kita lakukan dari hari ke hari.

Karena jika kita menjadikan semuanya pada ukuran yang bukan milik kita, kita akan bermain permainan semacam mix and match yang nggak eksis di dunia nyata.

Sebab kita nggak bisa memasukkan satu bagian keren dari orang lain dan menghilangkan bagian lain dari orang itu. Itu curang namanya.

Kita nggak bisa jadi tajir kayak Bill Gates, pintar kayak Einstein, jago nyanyi kayak Bon Jovi, dan punya hidup kayak pangeran Inggris di saat yang bersamaan. Orang seperti itu nggak eksis.

Bahkan jika kita kenal seseorang lebih dalam, kita akan tahu bahwa semua orang memiliki luka dalam hidup mereka dan mereka sebenarnya mengalami pergolakan hidup yang sama kerasnya.

Hidup orang lain bukan ukuran kebahagiaan kita

Berapa banyak yang kita harus baca tentang bintang rock yang mati muda, sampai bintang film dan para komedian yang depresi dan bunuh diri, untuk meyakinkan kita, bahwa hidup semua orang itu tidak mudah.

Pahamilah, kita nggak pernah sungguh-sungguh menginginkan hidup orang lain. Kita sebenarnya hanya menginginkan hidup kita sendiri-yang lebih baik-.

Dan ini kunci yang paling penting, kita bisa menciptakan hidup yang lebih baik, “dengan mulai melepaskan ukuran yang bukan milik kita, dan mencari ukuran milik kita sendiri”

Saya pikir kita harus mulai mencobanya.