Tahukah Cara Mengelola Sampah Di Rumah Yang Benar? Yuk Simak!

Tahukah kamu bagaimana cara mengelola sampah yang baik dan benar ? Sebagai makhluk hidup yang mengkonsumsi berbagai produk, manusia akan selalu menghasilkan limbah dalam berbagai bentuk. Oleh karena itu, pengelolaan yang praktis dan efektif merupakan hal yang perlu dilakukan untuk menangani sampah khususnya di dalam rumah.

Rumah sebagai tempat tinggal seharusnya tidak terpengaruh oleh dampak buruk sampah yang disebabkan oleh pengelolaan yang buruk.
Salah satu kondisi yang harus dihindari adalah bau tidak sedap dari tempat sampah yang menyebar di dalam rumah.

Selain tidak nyaman, pengelolaan sampah yang buruk dapat mengundang bakteri dan penyakit melalui lalat atau hewan lain yang mencium bau tidak sedap dari tempat sampah.

Jika Anda merasa pengelolaan sampah di rumah Anda masih belum maksimal, simak 7 langkah cara mengelola sampah dari rumah berikut ini untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di rumah.

7 Cara Mengelola Sampah Di Rumah

cara mengolah sampah

1. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik|Cara Mengelola Sampah Di Rumah

Memisahkan sampah menjadi dua kategori organik dan anorganik dapat memudahkan Anda ketika ingin membuang atau mengelola sampah dengan cara lain.

Tentunya memilah sampah akan lebih praktis, mengingat sampah organik mudah rusak dan bila dicampur dengan sampah anorganik akan merepotkan, sehingga menimbulkan bau tak sedap di dalam rumah.

Setelah dipisahkan, sampah organik bisa langsung dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang atau digunakan untuk keperluan lain.

Selain kedua kategori tersebut, Anda juga perlu memisahkan limbah berbahaya (baterai, barang elektronik yang rusak, wadah tinta printer, dan bahan kimia lainnya) untuk dibuang sesuai petunjuk agar tidak merusak lingkungan.

2. Mempraktikkan Prinsip 3R|Cara Mengelola Sampah Di Rumah

Langkah ini merupakan perpanjangan dari pemisahan sampah anorganik yang didaur ulang. 3R terdiri dari reuse, reduce, dan recycle. Ada banyak cara untuk menerapkan prinsip ini, misalnya menggunakan botol air mineral bekas sebagai pot untuk menanam tanaman.

Ambil sampah anorganik yang telah dipisahkan ke titik daur ulang di lingkungan rumah untuk diserahkan kepada ahlinya dan kurangi konsumsi produk yang menghasilkan sampah.

3. Kurangi Pemborosan Sesuai Kemampuan

Dengan memperhatikan prinsip reduce atau reduce, Anda dapat memaksimalkan pengurangan sampah untuk pengelolaan yang lebih mudah.

Mulailah dengan langkah mudah seperti menghabiskan makanan untuk mengurangi sampah makanan, mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja, dan mengurangi minum dari air minum kemasan.

Dengan melakukan trik ini, perlahan tapi pasti, sampah di rumah otomatis akan berkurang dan Anda tidak perlu mengeluarkan energi sebanyak sebelumnya dalam mengelola sampah karena pola makan sampah yang Anda ikuti.

4. Gunakan Trik untuk Meminimalkan Sampah

Melalui internet, Anda dapat mencari dan melihat trik meminimalkan pemborosan dari berbagai aspek seperti ukuran dan jumlah. Salah satu yang paling populer adalah cara melipat bungkus makanan ringan yang dapat menghemat banyak ruang di tempat sampah. Selain itu, masih banyak trik lain terkait pengelolaan sampah yang bisa dipraktikkan.

5. Bersihkan Sampah dengan Teliti

Tempat sampah di rumah harus dalam kondisi prima. Prima dalam hal ini tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap dan mengganggu seisi rumah.

Langkah ini bisa dimulai dengan menutup tempat sampah dengan plastik atau koran. Selain menghindari sampah basah, proses pembuangannya juga menjadi lebih mudah.

Maka dari itu jangan biarkan sampah menumpuk. Sampah yang menumpuk merupakan sumber bau, bakteri, dan penyakit. Buanglah sampah secara teratur. Setelah dibuang, cucilah sampah secara rutin agar tetap bersih. Jika perlu, Anda juga bisa menggunakan gel anti bau.

6. Mengelola limbah berbahaya

Jangan membuang barang berbahaya dan mengandung bahan kimia seperti baterai atau tinta printer ke tempat sampah biasa. Sampah yang mengandung bahan kimia sangat berbahaya bagi lingkungan.

Pisahkan jenis sampah ini dan bawa langsung ke pusat daur ulang sampah agar bisa dikelola dengan baik. Untuk sampah elektronik yang sudah rusak dapat dikembalikan ke perusahaan yang memproduksi untuk di daur ulang menjadi produk elektronik baru.

7. Menyerahkan sisa minyak goreng bekas ke instansi pengolah minyak

Jangan pernah menuangkan minyak ke saluran pembuangan dapur. Minyak sisa yang dibuang ke wastafel dapat menyumbat saluran air dan yang lebih parah dapat mencemari saluran air di seluruh kota.

Minyak goreng bekas ini bisa disumbangkan, dengan cara didinginkan terlebih dahulu dan dimasukkan ke dalam wadah agar biodiesel lebih bersih.

Biodiesel adalah bahan bakar non-toksik dan biodegradable yang dapat menggerakkan mesin mobil sekaligus membantu lingkungan. Coba cek salah satu instansi yang mengolah minyak goreng bekas.

Semoga langkah-langkah cara mengelola sampah dapat membantu terciptanya pola pengelolaan sampah yang efektif dan tidak repot di rumah. Ada banyak hal lain tentang sampah rumah yang perlu diperhatikan dan dikerjakan. Jangan biarkan sampah menyita energi dan waktu Anda. Selamat mencoba yaa, dan Semoga berhasil ^^