Jenis Jenis Minyak Goreng Yang Dapat Dipakai Untuk Memasak

Pernahkah kalian tahu apa saja jenis jenis minyak goreng untuk memasak? Teknik menggoreng adalah salah satu teknik memasak yang paling populer. Dengan menggunakan minyak yang umumnya berasal dari minyak sawit, hasil masakan dinilai lebih enak dengan tekstur yang renyah.

Dibalik hal tersebut, minyak goreng berbahan dasar kelapa sawit juga tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Kandungan lemak jenuh dan kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti masalah jantung, stroke, hingga kanker.

Namun tidak perlu khawatir, seiring dengan perkembangan zaman, minyak dari bahan lain yang dianggap lebih menyehatkan mulai bermunculan. Ingin tahu jenis jenis minyak yang lain? Yuk simak berikut ini ulasanya !

7 Rekomendasi Jenis Jenis Minyak Goreng Untuk Memasak

Jenis Jenis Minyak Goreng Yang Dapat Dipakai Untuk Memasak

1. Minyak zaitun

Minyak zaitun telah lama dikenal sebagai salah satu minyak paling sehat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dengan kandungan lemak tak jenuh yang mencapai 80 persen serta Omega-3, Omega-6, Vitamin E, dan Vitamin K yang tinggi, ekstrak minyak zaitun dipercaya dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung bahkan menurunkan berat badan.

Minyak zaitun dapat digunakan untuk menumis sayuran dan membuat saus salad yang lezat. Namun, karena titik didihnya yang rendah, minyak zaitun tidak cocok untuk menggoreng.

2. Minyak wijen

Selain menghasilkan rasa gurih yang khas dalam masakan, minyak wijen juga mengandung lemak tak jenuh yang tinggi yang dapat menghambat pembentukan kolesterol jahat dalam tubuh. Selain itu, kandungan asam fitat dalam minyak wijen juga berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menurunkan risiko kanker dan penyakit kronis lainnya.

Minyak wijen biasanya digunakan sebagai penambah rasa pada tumisan dan saus salad. Beberapa jenis minyak wijen juga memiliki titik didih yang tinggi sehingga dapat digunakan untuk menumis dan menggoreng makanan.

3. Minyak kacang

Terbuat dari kacang panggang untuk mengeluarkan minyak, dalam satu sendok makan minyak kacang terdapat sekitar 16 gram lemak tak jenuh yang sangat baik untuk kesehatan jantung.

Ditambah dengan vitamin E dan mineral lain seperti seng, selenium, magnesium, dan potasium, minyak kacang kaya akan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas penyebab kanker.

Namun, minyak kacang akan mengeluarkan rasa pahit saat dipanaskan, sehingga kurang cocok untuk menumis dan menggoreng. Mengolah kacang tanah sebagai saus salad adalah cara terbaik menggunakan minyak kacang.

4. Minyak bunga matahari

Minyak inilah yang sering digunakan sebagai pengganti minyak sayur biasa karena kandungannya tetap stabil meski terkena panas. Selain itu, minyak dari ekstrak biji bunga matahari juga mengandung berbagai nutrisi bermanfaat seperti asam oleat, betaine, dan asam fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan.

Karena tidak mudah bereaksi terhadap panas, minyak bunga matahari sangat cocok untuk menggoreng, menumis, dan sebagai bahan baku pembuatan aneka kue.

5. Minyak kanola

Terbuat dari ekstrak bunga canola, minyak ini dipercaya lebih sehat karena kandungan lemak tak jenuh, Omega-3, dan Omega-6 yang tinggi. Selain itu, teksturnya yang lebih cair, tidak mempengaruhi rasa makanan, dan titik didihnya yang tinggi membuat minyak canola cocok untuk menumis, menggoreng, dan memanggang makanan.

6. Minyak kelapa

Selain minyak bunga matahari, minyak kelapa juga bisa digunakan sebagai pengganti minyak sayur yang lebih sehat. Mengandung HDL atau kolesterol baik dan asam laurat yang tinggi, minyak kelapa bermanfaat dalam mengurangi risiko serangan jantung dan bersifat anti bakteri bagi tubuh. Selain itu, minyak kelapa juga menghasilkan rasa gurih yang khas pada makanan.

7. Minyak Alpukat

Meski tidak sepopuler minyak lainnya, minyak alpukat lebih sehat dibandingkan minyak nabati dari minyak sawit. Dalam minyak alpukat, terdapat lemak tak jenuh, vitamin E, protein, dan kalium yang dapat meningkatkan kesehatan.

Selain itu, minyak alpukat juga bisa digunakan sebagai obat anti inflamasi dan mengurangi risiko pengeroposan tulang. Agar kandungan nutrisinya tidak hilang, cara paling tepat menggunakan minyak alpukat adalah dengan mengolahnya sebagai saus salad atau campuran saus.

Yuk Simak Tips & Cara Memilih Minyak Goreng

Terkadang, memilih minyak goreng yang tepat bisa membingungkan. Ada berbagai jenis oli, bahan baku, dan merek yang masing-masing memiliki keunggulan. Apa yang harus Anda perhatikan saat memilih minyak goreng?

1. Pilih Berdasarkan Jenisnya, Minyak Goreng Padat atau Cair?

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan minyak goreng cair yang biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tapi tahukah Anda, selain berbentuk cair, minyak goreng juga memiliki bentuk padat seperti shortening. Namun, minyak goreng padat atau penggorengan lemak memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan shortening. Selain itu, rasa dan aroma minyak goreng padat tidak akan mengubah rasa asli makanan.

Minyak goreng padat sangat cocok untuk deep frying seperti menggoreng donat, kentang, dan lain-lain. Minyak goreng padat dapat membuat makanan lebih renyah dan tidak berminyak. Sedangkan minyak goreng cair sangat cocok untuk menumis, atau digunakan sebagai saus salad.

2. Perhatikan kandungan lemak pada kemasan produk

Secara garis besar, ada tiga jenis lemak dalam minyak goreng, yaitu lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda. Setiap jenis gemuk mempengaruhi ketahanan panas minyak dan penggunaannya.

3. Bahan Pembuatan Minyak Goreng

Ada berbagai bahan dasar yang digunakan untuk membuat minyak goreng. Di Indonesia, Anda sering menemukan minyak goreng dari minyak kelapa sawit dan jagung. Sementara beberapa produk lokal dan impor lainnya menggunakan bahan dasar seperti zaitun, canola, dan bunga matahari.

4. Perhatikan warna dan aroma minyaknya

Untuk mendapatkan kualitas minyak goreng yang baik, sebaiknya perhatikan warna dan aroma minyaknya. Pilih minyak yang berwarna kuning keemasan, dan terlihat jernih. Hindari membeli minyak beraroma tengik. Minyak yang baik memiliki aroma yang segar dan tidak berbau.

Selain itu, Anda juga dapat memilih kemasan minyak goreng sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada beberapa jenis kemasan minyak goreng, seperti botol atau jerigen yang membuat minyak tidak mudah tumpah. Selain itu, Anda juga dapat memilih minyak goreng dalam kemasan stand pouch yang dapat diisi ulang sebagian.

Baca Juga : Beberapa Manfaat Minyak Lemon Beserta Efek Samping Penggunaannya