4 Langkah Berbagi dengan Cara yang Tepat

Pernahkah Sahabat berbagi pada orang yang terlihat memerlukan, namun ternyata kesulitan yang diperlihatkannya hanyalah kepalsuan?

Misalnya, seorang pengemis yang terlihat mengenaskan di jalanan, ternyata di kampungnya memiliki rumah dan mobil, ia memang menjadikan mengemis sebagai profesi utamanya karena tidak perlu capek-capek bekerja, cukup berakting nelangsa di pinggir jalan, bisa mendapat uang yang lumayan.

Nah, berbagi dengan cara seperti ini bukankah lebih berisiko? Niat hati menolong orang yang memerlukan, nyatanya justru merasa terkena tipuan.

Setidaknya ada 4 langkah berbagi dengan cara tepat yang bisa kita lakukan agar tak memberi bantuan pada penerima manfaat yang keliru:

1. Menyalurkan bantuan pada lembaga terpercaya dan terdaftar

Ini adalah langkah paling instan dan insya Allah paling aman dalam bersedekah.

Misalnya Sahabat ingin berbagi pada anak-anak yatim. Coba deh datangi langsung tempatnya seperti apa, apakah bantuan yang diterima benar-benar dipergunakan untuk kemaslahatan anak-anak yatim di sana.

Program orangtua asuh Yatim Seribu Pulau misalnya, program yang diusung oleh Yayasan Dongeng Ceria ini bisa memperlihatkan tempat tinggal anak-anak yatim yang penuh dengan fasilitas belajar.

Di tempat anak-anak yatim ini tinggal, telah dibangun Rumah Tempe, Rumah Pohon, ruang IT, kolam renang, aviary burung, kolam ikan, panggung terbuka, dan lain sebagainya.

Sebagai calon donatur, tentunya kita menginginkan anak-anak yatim dhuafa yang kita asuh bisa hidup dengan aman dan nyaman meski tanpa orangtua kandungnya.

Nah, dengan menyalurkan donasi pada lembaga terpercaya, insya Allah niat kita ini bisa sampai sebagaimana yang diharapkan.

Langkah Berbagi dengan Cara yang Tepat

2. Melakukan survei sederhana ketika ingin menyumbang langsung ke penerima manfaat

Ingin langsung menyumbang sedekah ke orang yang membutuhkan? Pastikan Sahabat melakukan survei kecil-kecilan terlebih dahulu ya, apalagi jika ingin menyumbang donasi yang cukup besar, atau ada titipan dari teman-teman lainnya.

Minimal kita perlu mengetahui di mana tempat tinggalnya, kesehariannya seperti apa, lalu bagaimana hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya, juga tanyakan langsung berapa biaya kebutuhan yang saat ini diperlukan dan akan dipergunakan untuk apa.

Dengan demikian, kita meminimalisir terkena penipuan atau modus sosial yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab.

3. Boleh menampakkan pemberian ataupun menyembunyikannya

Ketika berbagi, kita boleh memperlihatkannya pada orang lain, namun demikian yang lebih baik adalah menyembunyikannya.

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS al-Baqarah [2]: 271)

4. Mengikhlaskan hati dalam berbagi, jangan pernah mengungkit apa yang pernah kita beri

Satu hal terakhir yang harus selalu dilakukan ketika berbagi adalah memastikan untuk melupakan apa yang pernah kita beri pada orang lain. Jangan pernah mengungkitnya apalagi mengharap balasan dari orang yang kita beri.

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian batalkan (pahala) sedekah kalian dengan mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti (yang diberi).” (QS. Al-Baqarah [2]: 264)

Demikianlah 4 langkah berbagi dengan cara yang tepat, semoga bermanfaat