Fungsi Serabut Kelapa

Fungsi Serabut Kelapa – Indonesia penghasil kelapa terbesar di Asia, serabut kelapa kering dibuang begitu saja. Mungkin hanya pelaku usaha pembuatan batako dan genteng saja yang membutuhkan serabut kelapa sebagai bahan produksi. Ini untuk proses pembakaran.

Apakah serabut kelapa hanya bisa dijadikan bahan bakar untuk memasak? Tentu tidak, serabut kelapa tidak hanya dibakar tapi bisa dijadikan bahan pertanian dan kerajinan tangan untuk pembuatan batu bata, genteng? Tentu tidak.

Para pengrajin telah memanfaatkan serabut kelapa untuk dijadikan barang yang bermanfaat seperti yang telah dijelaskan di atas, sehingga menjadi peluang untuk menentukan nasib sendiri dan menjadikan berbagai kreativitas mulai dari bahan yang seringkali tidak berguna oleh masyarakat sekitar.

 

Fungsi Serabut Kelapa

Fungsi serabut kelapa untuk tanaman ini bukan berarti bahan lain tidak bisa dipenuhi. Bahan lain juga bisa memberikan manfaat yang hampir sama, namun serabut kelapa bisa menjadi alternatif.

Meski sebagai alternatif, tanaman bisa tumbuh dengan baik, meski belum tentu yang terbaik.

Berikut beberapa fungsi serabut kelapa untuk tanaman yang bisa kita ketahui.

  1. Sebagai Media Tanam

fungsi serabut kelapa

Yang jelas, serabut kelapa bisa dijadikan media tanam. Yakni dengan mengambil serabut kelapa dari kulit kelapa dan serbuk sari langsung sebagai bahan tanam.

Ada tumbuhan yang membutuhkan jenis media tanam khusus, agar mudah atau mirip dengan habitat yang bersahabat. Misalnya adalah tanaman anggrek.

manfaat serabut kelapa untuk tanaman sebagai media tanam

manfaat serabut kelapa sebagai media tanaman anggrek

Beberapa jenis anggrek bersifat epifit hidup. Yaitu menempel pada tanaman inang, tetapi tidak bersifat parasit pada tanaman inang. Tidak semua anggrek epifit.

Karena mereka bukan parasit, anggrek tidak bergantung pada tanaman inang untuk nutrisi mereka. Istilahnya hanya menumpang tempat tinggal. Tapi, nutrisi dan kebutuhan lainnya menemukan sendiri.

Sehingga dapat dimanipulasi dengan memberikan anggrek dengan media tanam serabut kelapa.

Anggrek yang menempel pada serabut kelapa seolah hidup seperti di habitatnya.

manfaat serabut kelapa untuk tanaman

Kemudian unsur hara diberikan secara manual dengan pemberian pupuk melalui media tanam atau melalui pupuk daun anggrek khusus.

Karena itu, opsi termudah untuk dilakukan adalah serabut kelapa. Karena teksturnya yang kokoh dan tidak mudah berantakan. Mudah diatur dan disesuaikan sesuai keinginan.

Dan, sepertinya tidak mungkin menggunakan media tanam lain.

Sebagai media tanam, serabut kelapa juga memenuhi kriteria sebagai media tanam yang baik. Yakni, di antaranya mampu mengikat air dan nutrisi.

Kemampuan ini lebih baik dari arang kayu.

Meski bukan yang terbaik, anggrek serabut kelapa adalah pilihan yang paling mungkin.

Jika ada opsi lain yang lebih baik, beri tahu saya di komentar.

  1. Fungsi Serabut Kelapa Dijadikan Cocopeat

Serabut kelapa cocok dijadikan cocopeat. Cocopeat adalah serabut kelapa yang dihargai lebih lembut.

Serat pada serabut kelapa dipecah dan diubah menjadi ukuran yang sangat lembut.

Dengan ukuran yang lebih kecil, cocopeat menjadi lebih fleksibel untuk mengisi pot atau media dari media tanam.

Sehingga media tanam menjadi lebih padat sehingga kemampuan menyimpan udara lebih baik, namun tetap memiliki porositas yang baik. Sehingga udara bisa masuk dan berdifusi di media.

Oksigen yang tinggi dalam media akan membantu akar menyerap nutrisi dengan lebih baik.

Cocopeat cukup banyak digunakan pada media tanam hidroponik. Padahal, bisa digunakan untuk selain sistem tanam hidroponik.

Namun dengan sifat keroposnya, cocopeat akan membuat tanaman tumbuh lebih baik.

Karena oksigen akan banyak berdifusi di dalam cocopeat dan akarnya bisa tumbuh lebih leluasa.

  1. Mengandung Unsur Kalium

Serabut kelapa diketahui mengandung unsur kalium yang cukup tinggi.

manfaat serabut kelapa sebagai sumber pupuk kalium

Kandungan kalium pada serabut kelapa cukup banyak. Kalium ini banyak terdapat pada bagian serat kulit kelapa.

Bila dalam bentuk serat, jumlah kaliumnya sekitar 10,25%. [1] Sedangkan bila berupa abu serabut kelapa, nilai kaliumnya lebih tinggi antara 20-30%. [2]

Itu kalium yang banyak. Hampir setara dengan pupuk, kadar K adalah pupuk ganda, dan lebih tinggi sama dengan pupuk NPK.

Selain mengandung kalium, abu serabut kelapa juga mengandung fosfor. Tapi instruksinya jauh lebih sedikit, hanya sekitar 2%.

Untuk mendapatkan abu dari serabut kelapa juga mudah. Bakar saja. Proses ini akan menghasilkan pupuk padat dari serabut kelapa.

Sedangkan untuk mendapatkan pupuk cair, kita perlu melakukan pekerjaan tambahan untuk itu.

Pupuk kalium anorganik mahal harganya. Jika kita bisa mengolah serabut kelapa menjadi pupuk, maka kita bisa membantu mengurangi pengeluaran untuk pupuk kalium.

Karena unsur kalium sangat dibutuhkan oleh tanaman, terutama pada saat tanaman sedang dalam fase berbuah atau berbunga.

Jadi, dengan menggunakan serabut kelapa sebagai pupuk, secara tidak langsung akan meningkatkan jumlah kalium bagi tanaman.

  1. Sebagai Pupuk Organik

fungsi serabut kelapa

Manfaat serabut kelapa untuk tanaman adalah dapat digunakan sebagai pupuk organik. Lebih spesifiknya sebagai sumber kalium organik.

Ini karena serabut kelapa mengandung kalium yang cukup banyak. Seperti pada point diatas.

Disebut sebagai sumber kalium organik karena di antara unsur-unsur lain di dalamnya, kalium adalah yang paling tinggi.

Pupuk organik dari serabut kelapa bisa berupa abu serabut kelapa atau pupuk organik cair.

Tetapi kelapa harus dibakar terlebih dahulu. Lebih mudah dan cepat dalam prosesnya. Kemudian abu dicampurkan ke media tanam dengan jumlah yang telah direncanakan.

Untuk mengatur, lihat di sumber kalium organik setara pupuk anorganik.

Sedangkan untuk pupuk cairnya, kita bisa membuat dengan cara berikut ini.

  1. Serabut kelapa sebanyak 30 – 50 kg dicacah menjadi ukuran 3 – 5 cm. Semakin kecil semakin baik.
  2. Kemudian sejumlah abu serabut kelapa tersebut dimasukkan ke dalam tong dengan volume sekitar 200 liter.
  3. Tambahkan air bersih sampai tong terisi penuh.
  4. Tutup dan biarkan selama 4 minggu (satu bulan).
  5. Pupuk cair kalium organik siap digunakan.
  6. Pupuk cair kalium dari serabut kelapa ini bisa digunakan sebagai pupuk kocor.

Pada tanaman jagung, pupuk cair kalium tersebut paling bagus kalau diberikan sebanyak 300 ml / tanaman.

Dosis tersebut bisa membuat jagung tumbuh paling tinggi diantara dosis lainnya. Selain itu, serapan K nya juga menjadi lebih tinggi.

  1. Terdapat Bakteri dan Mikroorganisme yang Menguntungkan

Berdasarkan sebuah penelitian, setidaknya ada 7 mikroorganisme yang berbeda ditemukan pada serabut kelapa.

Ke tujuh mikroorganisme tersebut adalah:

  • Chromobacterium
  • Bifidobacterium,
  • Rothia,
  • Cellulomonas,
  • Sarcina,
  • Pasteurella dan
  • Bacillus.

Suatu jenis bakteri yang terdapat pada serabut kelapa bersifat kondisional. Karena serabut kelapa biasanya tidak dipesan secara khusus.

Sehingga potensi untuk tercemar oleh bakteri dan jamur sangat tinggi.

Pertumbuhan bakterinya akan merugikan atau tidak, saya perlu mencari informasinya lebih jauh lagi.

TAPI, salah satu dari bakteri di atas, ada yang sudah sering digunakan untuk mengatasi layu bakteri.

Misalnya, bakteri Bacillus subtilis dari genus bacillus, bakteri ini dapat digunakan untuk mengatasi serangan layu bakteri pada cabai. [6]

Mikro organisme di atas tidak semuanya baik. Ada yang bisa menyebkan patogen pada manusia misalnya rothia, sarcina, dan pasteurella.

  1. Fungsi Serabut Kelapa Sebagai Mulsa

Mulsa adalah penutup tanah pada lahan pertanian. Biasanya menggunakan plastik mulsa khusus dengan warna perak pada bagian atas.

Mulsa ini sangat penting perannya. Karena fungsinya bisa sebagai:

  • Menjaga air tanah tidak mudah menguap.
  • Menutup matahari sinar sehingga gulma tidak bisa tumbuh.
  • Menjaga suhu media tanam tetap stabil.
  • Aliran udara di permukaan tanah, sehingga pupuk tidak banyak yang hanyut bersama aliran udara.
  • Membuat tanah tidak cepat memadat.
  • Pelapis antara buah dan tanah secara langsung. Misalnya pada semangkan. Jika tanahnya lembat, maka kontak langsung antara buah dan bisa menjalankan busuk buah.

Sekarang sudah banyak kajian untuk menggunakan mulsa dari bahan organik. Misalnya jerami padi, alang – alang, sekam padi dan serabut kelapa.

Penggunaan mulsa organik dirasa lebih menguntungkan. Karena selain itu bisa berfungsi seperti mulsa plastik, mulsa organik juga bisa menyumbang bahan organik pada tanah.

Karena semakin lama, mulsa organik akan terdegradasi (terurai) dan bisa membuat tanah tetap gembur dan subur.

Termasuk memanfaatkan serabut kelapa sebagai mulsa organik untuk tanaman.

Berdasarkan penelitian, memberi mulsa serabut kelapa memberikan pertumbuhan yang lebih baik, dibandingkan dengan tanaman yang tidak menggunakan mulsa sama sekali. [7]

Akan tetapi, kelemahan dari mulsa organik adalah harus tebal. Ketebalan mulsa serabut kelapa setidaknya antara 6 – 10 cm.

Kalau mulsa organik ini terlalu tipis, maka dasar sinar matahari bisa menembus ke tanah melalui rongga – rongga mulsa.

Sehingga, peluang peluang terhadap gulma untuk tumbuh.

  1. Peluang Usaha Serabut Kelapa

Dengan banyaknya manfaat serabut kelapa untuk tanaman, ini bisa menjadi peluang usaha yang unik.

Karena serabut kelapa akan banyak dibutuhkan. Baik itu dari para penghobi sampai pertanian yang lebih luas.

Harga eceran di pasaran yang cukup lumayan, peluang besar ada di sini.

Dengan memproses serabut kelapa menjadi cocopeat, maka nilai tambahnya akan meningkat. Pengemasan yang oke dilengkapi beberap pentunjuk manual akan menambah daya konsumen.

 

Selain fungsi serabut kelapa untuk tanaman diatas, ada juga cocomesh jaring sabut kelapa yang merupakan produk dari fungsi serabut kelapa.

Anda bisa menemukan orang yang jual cocomesh murah dan berkualitas dimana mana termasuk di toko – toko peralatan rumah tangga.