Kamera Asli Jauh Lebih Baik Daripada Kamera Hp. Ini Alasannya!

diaku.com-Setiap tahunnya kini, Apple, Samsung, serta Google merilis smartphone flagshipnya. Kesemuanya bagus dan papan atas, dan keliru satu keunggulannya adalah kamera. Bahkan, dari tahun ke tahun, mutu kamera di smartphone terlebih flagship makin lama melonjak naik.

Bahkan kini penduduk papan atas lebih menentukan untuk melacak kamera bersama mutu terbaik di smartphone ketimbang kamera ‘beneran’ seperti DSLR atau mirrorless.

Dari segi kepraktisan dan efektivitas, sebenarnya kamera smartphone sulit diadu bersama kamera asli. Kamera smartphone jelas lebih tingan dan lebih kecil agar mudah untuk dipergunakan untuk sesi foto ataupun video, apalagi hingga tingkatan pro.

Namun apakah kamera smartphone mampu hingga pada tingkatan di mana ia akan kalahkan kamera asli? Jawabannya tidak. Ini 4 alasannya.

Ukuran sensor

Alasan mengapa kamera asli lebih baik dari smartphone. ©2017 Merdeka.com
Perbedaan terbesar antara DSLR dan smartphone adalah ukuran sensor. Tentu di smartphone kami tak akan mampu menemui ukuran sensor yang besar dikarenakan ukuran smartphone sebenarnya kecil.

Hal ini jadi benar-benar perlu dikarenakan sensor adalah basis teknologi kinerja kamera. Sensor ini punyai tugas untuk menangkap cahaya yang masuk lewat lensa. Jadi, makin lama besar sensornya, makin lama banyak cahaya masuk. Makin banyak juga cahaya yang masuk, makin lama mendetil dan bagus foto Anda.

Sebagai perbandingan, Pixel 2 yang digadang-gadang sebagai kamera smartphone terbaik sementara ini, punyai sensor 1/2,6 inci atau 5,5x 4,1 milimeter. Kamera SLR atau mirrorless standar kebanyakan mengusung sensor APS-C bersama ukuran 23,6 x 15,6 milimeter. Sangat jauh dan apalagi tak tersedia seperempatnya.

Megapiksel tak sepenting itu

Alasan mengapa kamera asli lebih baik dari smartphone. ©2017 Merdeka.com
Megapiksel kamera di smartphone cukup jadi nilai jual yang menarik bagi konsumen. Smartphone seperti Oppo serta Vivo apalagi menaruk angka megapiksel tinggi di kamera depan perangkat mereka.

Namun semua itu sebenarnya percuma, pasalnya ulang ke poin pertama daftar ini, sensornya selamanya saja kecil. Kamera DSLR bersama type paling standar kebanyakan mengusung 24MP, tapi akan menghasilkan gambar yang tentu lebih bagus, dikarenakan sensor berukuran besar yang diusung.

Terlebih lagi, angak megapiksel udah dikenal sebagai mitos yang tak patut dipercaya. Justru, menjejalkan megapiksel ke sensor yang kecil justru sebabkan gambar jadi berkurang kualitasnya, dikarenakan seharusnya ukuran sensor dan julah pixel seimbang. Hal ini dijaga agar piksel lebih besar dan mampu menangkap lebih banyak cahaya.

Prosesor kamera

Alasan mengapa kamera asli lebih baik dari smartphone. ©2017 Merdeka.com
Di permainan fotografi digital, tugas sensor adalah untuk menangkap cahaya, dan membuat perubahan semua warna selanjutnya jadi tanda elektronik. Dari sini, merupakan tugas prosesor gambar untuk terima bermacam warna dari ‘lukisan’ cahaya yang ditangkap sensor, dan membangunnya jadi sebuah foto.

 

Prosesor gambar ini adalah otak dari kamera. Ada banyak info yang mesti dijadikan satu seperti teka-teki, seperti mtr. cahaya agar tak benar-benar gelap atau terang, pewarnaan foto sealami mungkin, dan banyak lainnya. Jika foto yang dihasilkan sebuah kamera, baik smartphone ataupun kamera asli, muncul alami, itu adalah andil prosesor.

Tak cuma itu, prosesor adalah yang bertugas menghilangkan noise kalau sebuah foto kekurangan cahaya.

Masalah utama dari kamera smartphone adalah prosesor gambarnya ‘nebeng’ prosesor smartphone. Tentu tersedia benar-benar banyak sirkuit yang rumit didalam satu prosesor kecil tersebut. Belum lagi, dibagi bersama tugas smartphone lain seperti multitasking. Itulah mengapa kamera asli tentu lebih baik, dikarenakan prosesor kamera didedikasikan cuma untuk mengolah gambar.

Bahkan prosesor gambar ini juga jadi nilai jual sebuah kamera. Seperti Sony bersama prosesor Bionz, Canon bersama Digic, serta Nikon bersama Expeed.

Meski demikian, smartphone seperti iPhone 8 dan iPhone X bersama A11 Bionic yang diusungnya, juga mendedikasikan prosesornya untuk lebih baik didalam mengolah gambar, apalagi membasiskan prosesornya bersama teknologi AI.

 

Kecepatan shutter, lensa dan bermacam moda yang tak mampu dipakai smartphone

Lepas dari ukuran sensor dan prosesor gambar, smartphone tak mampu menyamai kamera asli di lebih dari satu segi lain. Pertama, lensa. Lensa di DSLR jauh lebih baik, lebih banyak pilihan dan mampu digonta-ganti. Di smartphone, hal ini ‘diakali’ bersama memanfaatkan dual kamera.

Shutter speed juga mampu kami atur di DSLR, agar kami lebih jelas mana yang pas. Sementara di smartphone, shutter speed tak mampu kami atur. Biasanya, di smartphone flagship, kami mampu pengaturan manual yang cuma mampu sesuaikan exposure atau kecerahan.

Di smartphone, kami tak mampu memperoleh gambar seperti yang tersedia di atas, yang diambil alih bersama kecepatan shutter rendah. Di smartphone, shutter speed selamanya otomatis.

Terlepas dari semua itu, meski kami tak tahu, sebenarnya teknologi kamera juga makin lama maju, dan kamera makin lama canggih dan hasilkan foto yang benar-benar bagus. Meski demikian, smartphone sendiri jadi memberikan kemajuan soal fotografi. Mulai dari sensor di iPhone 8 dan iPhone X yang jauh lebih besar dari smartphone kebanyakan, serta Pixel 2 yang didalam skor DxOMark kalahkan banyak kamera asli.