Prinsip Kerja OTP dalam Sistem Pembayaran Digital

Pada jaman yang serba digital seperti sekarang ini, penggunaan kode OTP (password sekali pakai) melalui SMS belakangan semakin banyak. OTP nyaris digunakan pada bermacam platform pembayaran digital seperti Gojek, Grab, OVO, hingga media sosial, seperti Facebook dan Instagram oleh jasa OTP.

Meski berbentuk penting, tetap banyak orang yang kurang familiar bersama dengan kode OTP, supaya memicu banyaknya masalah pencurian uang digital. Lalu sebenarnya, apa itu OTP? Dan seperti apa prinsip kerja OTP?

Sebenarnya, Apa Itu OTP?

Kode OTP merupakan sebuah kunci keamanan dari platform pembayaran dan media sosial. Tak heran banyak peretas yang mengincar kode OTP ini. Bahkan banyak masalah pembobolan layanan pembayaran digital hingga kartu kredit kerap dilakukan bersama dengan berharap pengguna memberi tambahan kode ini. Biasanya pelaku bakal menghubungi pengguna melalui telpon bersama dengan mengatasnamakan platform yang digunakan, supaya memicu korban segera percaya.

OTP yaitu one-time password yang berbentuk 4 hingga 6 digit yang dikirimkan melalui e-mail atau SMS sebagai langkah untuk memperkuat autentikasi kala memasukkan ID dan password. Kini, OTP diberlakukan dalam tiap-tiap aplikasi lebih-lebih aplikasi dompet digital untuk menghindar terjadinya tindakan kriminal.

 

Prinsip Kerja OTP didalam Sistem Pembayaran Digital

1. Hanya Digunakan Satu Kali
Seperti Namanya, OTP cuma boleh digunakan sekali selagi menggunakan proses transaksi apapun. Dengan begitu, perihal ini berfungsi untuk menahan terdapatnya penyadapan kata sandi yang sanggup digunakan oleh siapa saja.

2. Memiliki Batas Waktu
Biasanya, OTP yang udah dikeluarkan cuma sanggup digunakan didalam rentang selagi tertentu. Sebagai contoh, OTP yang tersedia terhadap token cuma sanggup digunakan antara 3 sampai 6 menit. Setelah itu, OTP tidak sanggup digunakan dan perlu diminta lagi.

3. Konteksnya Sempit
OTP cuma sanggup digunakan untuk keperluan tertentu. Sebagai contoh, OTP terhadap account bank cuma sanggup digunakan sekali dan terhadap transaksi yang itu saja. Sehingga, perihal ini juga kurangi resiko terjadinya kecurangan.