Raja Malaysia Gelar Sidang Raja Melayu

Kabar dunia terupdate – Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah pada Rabu (23/11) memanggil pertemuan tertentu para raja Melayu yang akan diadakan hari Kamis (24/11) untuk mengkaji siapa yang mesti menjadi perdana menteri, fungsi memecah kebuntuan sesudah pemilu parlemen tidak menghasilkan mayoritas yang stabil.

Pemimpin kubu oposisi Anwar Ibrahim dan mantan perdana menteri Muhyiddin Yassin senantiasa menjadi calon terdepan untuk memimpin pemerintahan baru, kalau mereka berhasil menggalang koalisi yang kuat.

Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah memiliki kewenangan untuk menunjuk seorang perdana menteri yang dia yakini mendapat perlindungan mayoritas bagian parlemen. Istana menjelaskan pada hari Rabu, pertemuan para raja Melayu itu punya tujuan untuk menolong raja “membuat ketetapan demi keperluan dan kesejahteraan negara dan rakyat” Malaysia.

Monarki konstitusional sejak merdeka dari Inggris

Malaysia adalah sebuah monarki konstitusional, bersama pengaturan unik di mana tahta kerajaan bergilir setiap lima th. di pada penguasa sembilan raja negara bagian Melayu. Sistem pemerintah tersebut udah berlaku sejak kemerdekaan Malaysia dari Inggris pada th. 1957.

Sementara peran para raja negara bagian dan Yang Dipertuan Agong Raja Malaysia lebih dari satu besar berbentuk seremonial, pihak kerajaan di Malaysia amat dihormati, lebih-lebih oleh kalangan Muslim Melayu, dan mengkritik keluarga kerajaan dilarang keras.

Pada penentuan parlemen akhir minggu lalu, aliansi Pakatan Harapan (Aliansi Harapan) pimpinan Anwar Ibrahim memenangkan jumlah kursi terbanyak bersama 82 kursi, selagi kelompok Perikatan Nasional (Aliansi Nasional) pimpinan Muhyiddin Yassin meraih 73 kursi. Tetapi ke-2 kubu gagal meraih mayoritas simple 112 kursi.

Barisan Nasional yang dulunya menjadi kubu terkuat – didominasi oleh Partai Organisasi Nasional Melayu (UMNO) – tertinggal jauh di belakang bersama 30 kursi.

 

Kalah pemilu, Mahathir Mohamad bermaksud “jadi penulis”

Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad, salah satu tokoh politik terlama di dunia, menjelaskan pada hari Rabu bahwa dia akan fokus pada menulis sesudah menderita kekalahan. Politisi berusia 97 th. itu bersama partai barunya berada di alur keempat dan kehilangan kursi yang udah lama dipegangnya di pulau resor Langkawi. Mengomentari kekalahannya, Mahathir menyatakan terima kekalahan itu.

“Banyak peristiwa yang berjalan di negara ini yang belum tercatat, termasuk yang berjalan sepanjang pemerintahan Inggris,” tulis Mahathir di halaman Facebook-nya.

Selama th. pertamanya berkuasa pada 1981, Mahathir udah menghalangi masuknya impor dan kontrak Inggris dalam kebijakan yang dikenal sebagai “Buy British Last” sebagai respon atas penjajahan Inggris. Dia termasuk dikenal sebagai pengkritik tajam politik Barat. Selain itu, adalah seorang penulis yang produktif bersama banyak buku dan sebuah blog.

Mahathir Mohamad memegang rekor Dunia Guinness sebagai “perdana menteri tertua di dunia” saat menjadi perdana menteri ulang th. 2018, hanya dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-93.